Smart City

Konsep Smart City

     logo-unsada (1)

Pengertian

Smart City adalah sebuah konsep kota cerdas yang membantu masyarakatnya dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau mengantisipasi kejadian yang tak terduga.SmartCity dapat disimpulkan bahwa memanfaatkan sumber informasi dan menggunakan teknologi yang canggih untuk mempermudah kehidupan.

Faktor Smart City

  • Mendorong dan mengembangkan pola baru struktur kepemimpinan
  • Bekerjasama dengan melibatkan semua pihak
  • Membangun dan menggunakan infrastruktur pintar
  • Mempersiapkan model pembiayaan yang mampu menjawab tantangan dan peluang ke depan
  • Model Pembiayaan

Contoh kota yang telah menerapkan SmartCity:

Kota Copenhagen (Denmark), Smart government dan jaringan IT terdapat di Kota Seoul (Korea)

Dimensi Smart City

– Smart ekonomi: Produktivitas tinggi, kewiraswasta, dan kemampuan untuk transformasi

– Smart mobility: Infrastruktur ICT yang kuat dan Sistem transportasi yang berkelanjutan

– Smart environment: Sumber manajemen yang berkelanjutan, mencegah polusi, melindungi lingkungan

– Smart people: Keragaman, kreativitas dan partisipasi dalam kehidupan publik

– Smart living: Fasilitas budaya, kualitas tempat tinggal, kesehatan dan isu keamanan

– Smart governance: Strategi dan perspektif politik, transparansi dan komunitas partisipasi dalam membuat keputusan

Contoh penerapan:

Barcelona mempunyai langkah inisiatif unggulan yakni: smart lightning, smart energy, smart water, smart transportation, mobilitas bebas karbon. 50% energi penerangan dikontrol dari jarak jauh, 12% taman kota memiliki alat pengendali irigasi jarak jauh, penambahan jalur sepeda dan pejalan kaki sepanjang 2 km.

Melbourne meluncurkan Smart Block, program online nasional guna membantu penghuni apartemen untuk menghemat energi. Melbourne juga  berhasil merenovasi 1200 rumah (10% dari total keseluruhan rumah) menjadi rumah hijau

Tokyo mempunyai The Imperial Palace sebagai Pulau Hijau di dalam perkotaan. Tokyo menciptakan energi surya dan angin.Rumah-rumah di Tokyo dilengkapi dengan sistem otomatis untuk melihat perkiraan cuaca, lampu LED terpasang di seluruh rumah, generator tenaga surya yang menciptakan listrik mandiri.

Teknologi pendukung dan penunjang

Teknologi pendukung:

– Komunikasi Nirkabel

– Desain algoritma, Signal Prediksi & Klasifikasi, teori Informasi,

– Berlapis-lapis Software Architecture, Corba, middleware

– speech recognition

– Pengolahan citra, gambar pengakuan

– Sensor desain, kalibrasi, Motion deteksi, suhu, sensor tekanan, accelerometers

– Adaptif kontrol, filter Kalman

– Jaringan Komputer

– pemrosesan paralel

– Sistem operasi

 

Teknologi Penunjang:

 

Sumber energi => itu bukan hanya energi listrik, tetapi juga energi mekanik. Beberapa sumber energi terdapat di alam antara lain adalah gerak, sumber cahaya, panas, dan gravitasi. Untuk sumber energi buatan dapat menggunakan baterai atau bahkan sumber energi eksternal seperti PLN.

Sensor =>Terdapat perangkat sensor yang membutuhkan perangkat lain dalam beroperasi. Misalnya, peralatan GPS yang bisa dipakai membutuhkan teknologi lainnya seperti satelit atau triangulasi BTS.

Aktuator => Berbeda dengan sensor, aktuator adalah peralatan yang aktif. Ia membutuhkan sumber daya yang relatif lebih besar dibandingkan dengan sensor karena ia harus melakukan sebuah aksi. Selain itu, ia memerlukan pemrosesan sederhana agar bisa menampilkan informasi yang dibutuhkan.

Jaringan => Yang termasuk dalam jaringan adalah infrastruktur penghubung dan protokol pertukaran data. Infrastruktur penghubung erat kaitannya dengan topologi jaringan dan berbagai masalah yang terkait di dalamnya. Protokol pertukaran data adalah bagaimana aplikasi antar perangkat (sensor, aktuator, dan middleware) saling berkomunikasi satu sama lain.

Middleware => Middleware adalah infrastruktur pelayan yang memroses data-data dalam lingkungan pintar sehingga dapat dinterpretasikan. Contoh middleware adalah data center, server, dan layanan antara.

Aplikasi => Salah satu tantangan dalam aplikasi adalah bagaimana aplikasi dapat beradaptasi terhadap keadaan yang berubah-ubah.
Referensi:

http://prezi.com/b6ydbx5q96yz/smart-city/

https://stateofgreen.com/en/focus/smart-cities

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s